Lebih dekat dengan Thin Client
Sejak tahun 2005 saya sudah bergelut di dalam masalah thin client ini, dari awalnya hanya paham instalasi, sampai saat ini sudah paham mengenai level software khusus untuk thin client. Apa sih thin client itu? Banyak versi pengertian mengenai thin client, namun, yang saya pahami benar adalah thin client adalah PC tanpa harddisk. PC apapun yang tidak menggunakan harddisk, saya akan menamakan itu thin client. Kenapa thin client? Bagi saya, tujuan penggunaan thin client, utamanya adalah untuk memudahkan administrator, diantaranya untuk menyimpan data pada user, bayangkan, ada 40 PC yang harus diback up setiap hari, tentunya ini akan memakan cukup waktu. Selain itu, pilihan thin client yang tepat dapat menghemat pemakaian daya listrik di tempat Anda.
Mungkin masih banyak orang Indonesia yang belum paham mengenai thin client, bukan karena thin client masih baru, namum memang typical orang Indonesia tidak menyukai thin client. Thin client adalah sebuah embedded system dan pada umumnya memiliki spesifikasi/resource hardware yang rendah, sehingga tidak dapat menjalankan semua aplikasi sesempurna PC. Misalnya, video player atau graphic design sudah tentu akan mengalami hambatan. Namun, memang begitulah, tidak semua barang diciptakan untuk digunakan pada semua bidang. Selalu saja, ada trade off yang harus diciptakan untuk menerapkan diferensiasi produk.
Thin client ini pada umumnya dijalankan dalam lingkungan server-based computing, yaitu sebuah model komputasi yang pengaturan dan pengaplikasiannya berpusat pada server.

Kita dapat melihat pada gambar di atas, thin client melakukan booting awal untuk melakukan koneksi ke server, setelah terhubung, thin client menjalankan aplikasi yang berada pada server. Semua aplikasi berjalan di server. Semua penyimpanan data juga terletak pada server. Thin client hanya memberikan input dari mouse dan keyboard dan menampilkan proses tersebut di layar monitor. Dengan demikian, maka thin client juga memiliki keterbatasan, yaitu bottle neck pada bandwidth transmisi LAN (maksimum 100MBps).
Thin client sangat berguna untuk penggunaan komputer masal dengan kemampuan terbatas, misal untuk pencarian buku di perpustakaan, komputer untuk area rumah sakit, penyelenggara jasa parkir, signage controller, advertising, dan lain-lain. Bahkan, untuk di perkantoran pun, thin client sangat tepat. Bayangkan, suatu bagian di kantor yang hanya menggunakan komputer untuk mengetik, bermain internet, email, chatting, harus menggunakan daya komputasi yang tinggi (semisal core 2 duo), bahkan kita tau, pentium 3 pun sudah cukup. Inilah mengapa saya mengatakan orang Indonesia kurang menyukai produk ini.


mao tanya donk,,
katanya kalo pake sistem diskless tu performansi untuk game n segala yang berebntuk 3d tu hasil ny jelek ya,,
lagi mikirin bisnis yang cocok nich,,
tolong di jawab ya,,
makasie,,,
teknologi diskless kelemahan utamanya memang di grafis. Jadi, jangan gunakan thin client untuk image processing, seperti grafis 3D atau game, dijamin kurang memuaskan.
tanya nih…
- OS apa yg ideal dgn speck thin client ?
(soalnya OS XP/Vista/Win7 selain server,
pasilitas terminal server/remote desktop
apa sebagus OS server)
- Jika mengunakan instalasi LAN (ethernet, kabel,
switch) yg 10/100/1000 (giga) ngaruh ga ke
kecepatan remote thin client?
- terakhir, VGA di server apa bisa di share ke
thin client ?
makasih mas sebelumnya
hi, saya coba langsung jawab ya:
- OS ideal yang paling tepat untuk thin client, menurut saya dari Linux ya. So far, sudah berhasil dengan baik menggunakan Fedora dan Ubuntu. Windows membutuhkan hardware yang cukup berat yang tidak dimiliki oleh thin client. Bila masih bersikeras menggunakan Windows, saya sarankan gunakan windows Server. Secara legal, anda tidak dapat men-share koneksi selain dengan windows server, karena windows selain windows server diperuntukkan untuk 1 koneksi login saja. Saya sebenarnya memiliki solusi untuk menggunakan windows non server untuk thin client menggunakan software yang dibuat sendiri dan ini adalah solusi legal karena tidak melanggar EULA-nya. Software tersebut sudah dapat dijalankan, namun belum sempurna, masih dalam tahap testing.
- Kalau thin client-nya dan server-nya masih 100, sia-sia saja menggunakan switch gigabit. Setau saya, masih jarang thin client sudah gigabit. Saran saya, gunakan saja, switch dengan gigabit uplink. Nah, gigabit-nya dicolok ke server. Sisanya ke thin client. Secara teori, hal tersebut cukup membantu.
- Setahu saya, VGA di server tidak di share ke thin client karena thin client memiliki VGA tersendiri.
Makasih Mas Riawan atas info nya, ohya software buat thin client buat OS selain server, mohon kabari + hargannya ke email saya.
Saya tidak bisa janjikan dalam waktu dekat ya, btw, domisili anda di daerah mana?
Maaf Mas Riawan (dah lama ga balas + kalo boleh mohon, mo nanya lagi???), saya dah membeli ThinClient produck Fujitech GX200 7unit (speknya pro arms629/memori32Mb + windows CE ver 6, koneksinya pake RDP di bawaan ThinClint itu sendiri ato RDP melalui Windows CE), Jaringan memakai Kabel Cat5 Belden USA, SwitchHUB D-Link, Server2an Core2duo E7500/Intel-DP43TF/Visipro4G/WD500Gb-black/Ati512, saya kondisikan tuk office+warnet (bukan game), tapi masih ada ganjalan Mas (diantaranya client masih ada jeda jika open/close prognya, internetnya juga kadang ada lelet) kenapa ya Mas? kalo boleh minta sarannya Mas apa yg harus saya tambahkan/kurangkan dari jaringan itu, trus harus seperti apa dikondisikanya, dan dioptimalkannya Mas? Makasih sebelumnya Mas.
Ohya saya berdimisili di Bandung
maaf mas mau tanya nich…, saya buka warnet 14 client 1 PC server dan mengalami beberapa masalah pd client antara lain pada beberapa client ga bs buka aplikasi antara lain openoffice, mozilla, suara headphone ga keluar dan kadang nge-hang dan itu ga terjadi pd semua client. tolong minta jalan kluar nya mas. trims
feeling saya, masalah di server. Btw, spek thin client dan server-nya apa nih? boleh share di sini? nanti saya bantu kasi solusinya
mas, saya punya masalah nie….
clien ga bisa d buka lwat personal tuu gmana??
yang ada cuman BANTUAN& ADMIN
boleh tau, thin client menggunakan apa? OS menggunakan apa?